Ulasan Pasar Eropa : 27 Mei 2011
Bursa saham di Eropa cenderung menguat pada hari Jumat dengan indeks DAX Jerman ditutup di level 7,163.47, naik 49.38 poin atau 0.69% dan indeks FTSE 100 Inggris ditutup naik 57.88 poin atau 0.98% di level 5,938.87. Indeks STOXX 50 yang mengukur kinerja 50 saham blue-chip di Eropa juga ditutup menguat di 2,819.40, naik 19.58 poin atau 0.7%.
Kenaikan saham-saham Eropa ini dipicu oleh dinaikkannya peringkat perbankan Eropa oleh Citigroup Inc. menjadi OVERWEIGHT. Berdasarkan analisa Citigroup, berbagai berita negatif yang menimpa perbankan di Eropa telah menyebabkan saham-saham tersebut melemah hingga mencapai level yang atraktif. Menurut Citigroup, peluang untuk terjadinya penjualan besar-besaran pada saham-saham perbankan Eropa saat ini sangatlah kecil dan justru saat ini merupakan saat untuk menambah porsi perbankan Eropa pada portofolio investor. Hal senada juga disampaikan oleh analis dari Societe Generale SA, yang menyatakan bahwa perbankan di Inggris saat ini berada di kondisi yang lebih baik daripada penilaian banyak investor.
Barclays Plc. naik 1.54%, Lloyds melonjak 2.8%, sedangkan RBS menanjak 3.4%. Saham-saham perbankan di Jerman seperti Deutsche Bank dan Commerzbank masih tertekan akibat krisis fiskal di Yunani. Deutsche Bank ditutup turun 0.06% dan Commerzbank kembali terpuruk 0.84%. Perbankan Jerman dinilai akan terkena dampak paling besar jika Yunani mengalami gagal bayar, sehingga sejak krisis di Yunani merebak kembali, saham-saham seperti Deutsche Bank dan Commerzbank cenderung melemah.
Hingga hari Jumat masih belum bisa dipastikan apakah dana bailout untuk Yunani akan dapat dicairkan. PM Yunani sejauh ini masih belum berhasil meyakinkan para pimpinan partai oposisi di Yunani untuk mendukung langkah-langkah reformasi fiskal yang dibutuhkan untuk menghindarkan Yunani dari kegagalan membayar pinjaman sebelumnya. Namun, salah satu anggota dewan ECB George Provopoulos mengatakan bahwa jika Yunani tetap berkomitmen pada program pengetatan anggarannya yang telah disepakati pada tahun lalu, Yunani akan mampu memenuhi kewajibannya dalam mengembalikan pinjaman dari IMF dan Uni Eropa tanpa harus menjalani proses restrukturisasi.
Masih berkenaan dengan sektor perbankan, Financial Times melaporkan bahwa perbankan di Uni Eropa dapat menghindari sebagian dari ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam regulasi Basel III sehubungan dengan persyaratan modal. Namun artikel ini langsung mendapat tanggapan dari Michel Barnier, salah satu pejabat di European Central Bank yang dengan tegas mengatakan bahwa EU tidak akan terpengaruh oleh berbagai macam tekanan dari luar dan akan tetap menerapkan aturan Basel III.
Bursa calon presiden IMF akan diramaikan oleh kemungkinan masuknya Stanley Fischer, gubernur bank sentral Israel saat ini. Fischer akan bersaing dengan kandidat utama dari Prancis yaitu Christine Lagarde dan juga Agustin Carsten dari Mexico.
Data-data ekonomi yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen di Eropa memburuk pada bulan Mei. Indeks sentimen konsumen turun dari 106.1 menjadi 105.5, sementara indeks sentiment di sektor manufaktur turun dari 5.6 menjadi 3.9. Di sektor jasa, indeks turun dari 10.4 menjadi 9.2, namun indeks kepercayaan konsumen dilaporkan naik dari minus 11.6 menjadi minus 9.8.
Di luar ekspektasi, data inflasi di Jerman menunjukkan bahwa tingkat inflasi turun dari 2.7% menjadi 2.4% di bulan Mei dibandingkan bulan Mei tahun lalu. Dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi bahkan menurun 0.2%.
Berita korporasi pada hari Jumat mencakup Vodafone Group Plc. yang peringkat utangnya dinaikkan oleh Fitch menjadi A-minus. Vodafone ditutup naik 1.16% menjadi 169.40 pence. Dikabarkan pula bahwa British Petroleum Plc. berencana untuk melakukan investasi sebesar $10 juta di Indonesia dalam waktu 10 tahun mendatang. BP mengincar penggarapan proyek di Kalimantan dan Papua. Saham BP ditutup di 461.08 pence, turun 0.03% dibandingkan harga penutupan hari Kamis.
No comments:
Post a Comment