Ulasan Pasar Amerika : 1 Juni 2011
Sesuai dengan apa yang telah diprediksi oleh para analis, penjualan otomotif di Amerika menurun di bulan Mei. Sebagian besar dari penurunan ini disebabkan oleh dampak dari gempa di Jepang pada bulan Maret lalu yang berakibat pada kurangnya pasokan suku cadang otomotif yang tidak hanya berimbas pada otomotif Jepang, namun juga pada merk-merk otomotif di luar Jepang. Penjualan total selama bulan Mei mengalami penurunan sebesar 3.7% menjadi 11.8 juta unit, lebih rendah dari prediksi pasar yang memperkirakan penjualan pada jumlah 12.6 juta.
Penurunan angka penjualan otomotif ini berimbas negatif pada saham-saham di Amerika, menambah makin terpuruknya ketiga indeks utama Amerika setelah sebelumnya angka ADP employment yang mengukur perubahan pada jumlah lapangan kerja yang tersedia di sektor swasta perekonomian Amerika menunjukkan pertambahan hanya sebanyak 38,000 dari ekspektasi pasar yang memprediksi adanya pertambahan sebanyak 175,000 setelah di bulan April terjadi penambahan sebesar 179,000. Melesetnya ekspektasi pasar ini menekan saham-saham di bursa Wall Street hingga indeks Dow Jones ditutup di 12,290.14, turun 279.65 poin atau 2.22%, sedangkan indeks S&P 500 terpangkas 30.65 poin atau 2.28% menjadi 1,314.55. Indeks NASDAQ yang didominasi saham-saham sektor teknologi ditutup melemah 66.11 poin atau 2.33% di 2,769.19.
GM melaporkan penurunan penjualan sebesar 1.2%, sedangkan Ford sebesar 2.4%. Toyota Motor, Honda Motor, dan Nissan Motor membukukan penurunan penjualan sebesar masing-masing 33%, 23% dan 9%. Merk Camry andalan Toyota terjual 18,830 unit, turun sebesar 35.7%, sementara Civic dari Honda turun 35.6% penjualannya menjadi 18,341 unit. Altima, produk unggulan Nissan, sebaliknya mengalami lonjakan penjualan menjadi 25,525 unit atau naik 16.3%.
Meskipun turun secara keseluruhan, namun penjualan Ford Focus meningkat 31.7% menjadi 22,303 unit, sementara penjualan Ford Escape naik 20.5%. F-Series sebaliknya menurun 15% menjadi 42,399 unit. Dari GM, penjualan Buick naik 23.8% sedangkan untuk merk GMC mengalami kenaikan 8.1%. Chevrolet dan Cadillac masing-masing turun 3.5% dan 5.7%.
Data ekonomi lainnya yaitu ISM untuk sektor manufaktur juga menambah tekanan jual pada saham-saham di Wall Street setelah indeks aktivitas produksi ini dilaporkan turun ke 53.5 di bulan Mei dari 60.4, lagi-lagi di bawah ekspektasi pasar. Hanya data pengeluaran untuk konstruksi yang dirilis diatas ekspektasi yaitu meningkat 0.4% di bulan April sementara sebelumnya pasar memprediksi terjadi penurunan sebesar 0.3%. Namun meskipun meningkat, pengeluaran untuk konstruksi di bulan April ini jauh lebih lambat dari kenaikan di bulan sebelumnya, yaitu 1.4%.
Berita dari Eropa juga tidak menolong sentimen pasar karena dikabarkan bahwa Moody’s memangkas peringkat utang Yunani dari B1 menjadi Caa1, menempatkan negara yang sedang terbelit krisis ini di bawah Montenegro.
Saham dengan penurunan paling kecil adalah Coca-Cola Company yaitu 0.07%. Kecilnya penurunan ini dikarenakan adanya berita bahwa perusahaan ini sedang merencanakan untuk mendaftarkan sahamnya di bursa Shanghai.
Di sektor teknologi, merebak berita bahwa bisnis ponsel Nokia akan diakuisisi oleh Microsoft. Pihak Nokia membantah isu ini namun pihak Microsoft menolak untuk berkomentar. Tidak saja Nokia yang dikabarkan akan diakuisisi, namun Unilever pun juga diisukan sedang menjadi incaran Procter & Gamble Co. untuk diakuisisi.
Data hari Kamis akan menampilkan jobless claims yang akan menjadi fokus para investor untuk mendapatkan gambaran mengenai bagaimana angka nonfarm payrolls yang akan dirilis hari Jumat mendatang. Data lainnya adalah produktivitas dan biaya tenaga kerja per unit untuk triwulan pertama lalu. Pasar juga akan terus memonitor perkembangan di Eropa seputar krisis keuangan di Yunani.
Sesuai dengan apa yang telah diprediksi oleh para analis, penjualan otomotif di Amerika menurun di bulan Mei. Sebagian besar dari penurunan ini disebabkan oleh dampak dari gempa di Jepang pada bulan Maret lalu yang berakibat pada kurangnya pasokan suku cadang otomotif yang tidak hanya berimbas pada otomotif Jepang, namun juga pada merk-merk otomotif di luar Jepang. Penjualan total selama bulan Mei mengalami penurunan sebesar 3.7% menjadi 11.8 juta unit, lebih rendah dari prediksi pasar yang memperkirakan penjualan pada jumlah 12.6 juta.
Penurunan angka penjualan otomotif ini berimbas negatif pada saham-saham di Amerika, menambah makin terpuruknya ketiga indeks utama Amerika setelah sebelumnya angka ADP employment yang mengukur perubahan pada jumlah lapangan kerja yang tersedia di sektor swasta perekonomian Amerika menunjukkan pertambahan hanya sebanyak 38,000 dari ekspektasi pasar yang memprediksi adanya pertambahan sebanyak 175,000 setelah di bulan April terjadi penambahan sebesar 179,000. Melesetnya ekspektasi pasar ini menekan saham-saham di bursa Wall Street hingga indeks Dow Jones ditutup di 12,290.14, turun 279.65 poin atau 2.22%, sedangkan indeks S&P 500 terpangkas 30.65 poin atau 2.28% menjadi 1,314.55. Indeks NASDAQ yang didominasi saham-saham sektor teknologi ditutup melemah 66.11 poin atau 2.33% di 2,769.19.
GM melaporkan penurunan penjualan sebesar 1.2%, sedangkan Ford sebesar 2.4%. Toyota Motor, Honda Motor, dan Nissan Motor membukukan penurunan penjualan sebesar masing-masing 33%, 23% dan 9%. Merk Camry andalan Toyota terjual 18,830 unit, turun sebesar 35.7%, sementara Civic dari Honda turun 35.6% penjualannya menjadi 18,341 unit. Altima, produk unggulan Nissan, sebaliknya mengalami lonjakan penjualan menjadi 25,525 unit atau naik 16.3%.
Meskipun turun secara keseluruhan, namun penjualan Ford Focus meningkat 31.7% menjadi 22,303 unit, sementara penjualan Ford Escape naik 20.5%. F-Series sebaliknya menurun 15% menjadi 42,399 unit. Dari GM, penjualan Buick naik 23.8% sedangkan untuk merk GMC mengalami kenaikan 8.1%. Chevrolet dan Cadillac masing-masing turun 3.5% dan 5.7%.
Data ekonomi lainnya yaitu ISM untuk sektor manufaktur juga menambah tekanan jual pada saham-saham di Wall Street setelah indeks aktivitas produksi ini dilaporkan turun ke 53.5 di bulan Mei dari 60.4, lagi-lagi di bawah ekspektasi pasar. Hanya data pengeluaran untuk konstruksi yang dirilis diatas ekspektasi yaitu meningkat 0.4% di bulan April sementara sebelumnya pasar memprediksi terjadi penurunan sebesar 0.3%. Namun meskipun meningkat, pengeluaran untuk konstruksi di bulan April ini jauh lebih lambat dari kenaikan di bulan sebelumnya, yaitu 1.4%.
Berita dari Eropa juga tidak menolong sentimen pasar karena dikabarkan bahwa Moody’s memangkas peringkat utang Yunani dari B1 menjadi Caa1, menempatkan negara yang sedang terbelit krisis ini di bawah Montenegro.
Saham dengan penurunan paling kecil adalah Coca-Cola Company yaitu 0.07%. Kecilnya penurunan ini dikarenakan adanya berita bahwa perusahaan ini sedang merencanakan untuk mendaftarkan sahamnya di bursa Shanghai.
Di sektor teknologi, merebak berita bahwa bisnis ponsel Nokia akan diakuisisi oleh Microsoft. Pihak Nokia membantah isu ini namun pihak Microsoft menolak untuk berkomentar. Tidak saja Nokia yang dikabarkan akan diakuisisi, namun Unilever pun juga diisukan sedang menjadi incaran Procter & Gamble Co. untuk diakuisisi.
Data hari Kamis akan menampilkan jobless claims yang akan menjadi fokus para investor untuk mendapatkan gambaran mengenai bagaimana angka nonfarm payrolls yang akan dirilis hari Jumat mendatang. Data lainnya adalah produktivitas dan biaya tenaga kerja per unit untuk triwulan pertama lalu. Pasar juga akan terus memonitor perkembangan di Eropa seputar krisis keuangan di Yunani.
No comments:
Post a Comment