Ulasan Pasar Amerika - 17 Juni 2011
Indeks saham Dow Jones pada hari Jumat ditutup di 12,004.36, naik 42.84 poin atau 0.36% setelah berjuang keras untuk meraih kembali level 12,000. Indeks S&P 500 juga menguat tipis 3.86 poin atau 0.30% di 1,271.50, namun indeks NASDAQ kembali tertekan hingga ditutup turun 7.22 poin atau 0.28% di 2,616.48.Sementara itu, IMF memperingatkan Amerika dan Eropa untuk segera mengurangi defisit anggaran mereka karena defisit sekarang ini sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. IMF sendiri menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika menjadi 2.5% untuk tahun ini dan 2.7% untuk tahun depan. Sebelumnya, proyeksi IMF untuk 2011 dan 2012 berada di 2.8% dan 2.9%.
Kanselir Jerman akhirnya dikabarkan mau melakukan kompromi seputar pengeluaran dana bailout Yunani. Angela Merkel menegaskan bahwa sektor swasta akan dilibatkan pada pencairan dana bailout Yunani, namun hanya atas dasar suka rela. Hal ini disampaikan oleh Merkel setelah pertemuannya dengan Nicolas Sarkozy. Jerman dan Prancis akan bekerja sama sepenuhnya untuk mencegah terjadinya krisis lebih buruk di perekonomian Eropa. Sebelumnya, menteri keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan bahwa jatuh tempo utang Yunani harusnya diperpanjang hingga tujuh tahun, namun mendapat penolakan dari ECB dan lembaga rating internasional yang mengatakan bahwa hal tersebut sama saja dengan gagal bayarnya Yunani.
Oracle mengatakan bahwa Google telah melanggar hak cipta akan penggunaan bahasa pemrograman Java pada OS Android. Oracle mendapatkan Java saat perusahaan membeli secara resmi Sun Microsystems pada awal 2010. Jumlah yang dituntut oleh Oracle dari Google adalah sekitar $6 miliar. Sementara itu, berdasarkan analisa Bank of America, Oracle merupakan salah satu saham favoritnya. Meskipun Q4 biasanya merupakan yang terkuat, ORCL selama ini telah melemah akibat kekhawatiran dari faktor makro dan laporan bahwa penjualan server untuk 1Q diprediksi turun 20% dibandingkan tahun sebelumnya. ThinkEquity juga mengemukakan hal yang sama positifnya dengan ORCL dan menekankan kembali peringkat ORCL di BUY menjelang hasil Q4 mendatang. Di Credit Suisse, ORCL juga ditambahkan pada daftar US Focus.
Pusat perhatian pasar masih tertuju pada Yunani yang menunggu voting kepercayaan atas PM George Papandreou setelah dilakukannya reshuffle kabinet. Jika Papandreou gagal mendapatkan dukungan untuk menjalankan program pembenahan fiskalnya, Yunani dikhawatirkan akan gagal melakukan pembayaran terhadap kupon jatuh tempo dari utangnya di bulan-bulan mendatang karena cadangan kasnya akan segera habis tanpa suntikan dana tambahan dari Uni Eropa dan IMF. Program yang diajukan oleh Papandreou adalah menggalang dana senilai 50 miliar euro hingga tahun 2015, termasuk 6.5 miliar euro yang didapat dari konsolidasi anggaran di tahun 2011, hampir dua kali dari langkah-langkah yang telah ditempuh selama ini.
Selain Yunani, isu seputar suku bunga China hingga keputusan suku bunga dari FOMC dan juga perkembangan dari pembahasan limit utang Amerika antara partai Republik dan kubu Obama akan menjadi isu-isu signifikan yang akan mempengaruhi pergerakan pasar pekan depan.
Data ekonomi pekan mendatang akan menghadirkan indikator-indikator fundamental yang cenderung ringan seperti existing home sales, new home sales, durable goods dan revisi GDP serta data jobless claims mingguan. FOMC meeting akan berlangsung juga pada hari Rabu, namun diprediksi tidak akan menghasilkan perubahan kebijakan moneter saat ini.
No comments:
Post a Comment