Ulasan Pasar Amerika : 9 Juni 2011
Setelah melemah selama enam kali berturut-turut, indeks saham Dow Jones mengalami rebound sebanyak 75.42 poin atau 0.63% hingga ditutup di 12,124.40. Indeks S&P 500 juga menguat, naik 9.44 poin atau 0.74% dan ditutup di 1,289.00. Saham-saham teknologi yang mendominasi indeks NASDAQ juga cenderung menguat hingga mendorong indeks NASDAQ ke 2,684.87 saat penutupan sesi hari Kamis, naik 9.49 poin atau 0.35%.
Kenaikan pada hari Kamis dipandang hanya merupakan rebound saja karena selain tidak didukung oleh peningkatan volume yang berarti juga karena kekhawatiran akan prospek ekonomi di Amerika masih cenderung mendominasi, ditambah dengan peringatan dari Fitch terhadap penilaian peringkat utang Amerika yang dapat diturunkan jika diskusi mengenai ambang batas utang Amerika tak kunjung mencapai titik temu.
Charles Plosser, presiden dari Federal Reserve Philadelphia pada pidatonya di depan ekonom-ekonom bisnis di London mengatakan bahwa ia memprediksi bahwa ekonomi akan terus mengalami ekspansi dan inflasi akan melambat dari tingkat sekarang seiring dengan terjadinya stabilisasi harga minyak dunia. Sementara itu bursa tenaga kerja akan terus membaik dengan tingkat pengangguran akan menurun hingga 8.5% pada akhir 2011 dan pada tahun mendatang akan berkisar antara 7% dan 7.5%. Menanggapi memburuknya situasi ekonomi akhir-akhir ini, Plosser menganggapnya sebagai fenomena yang sementara saja dan pertumbuhan ekonomi akan membaik hingga mencapai 3% sampai 3.5% sampai akhir tahun ini. Mengenai prospek adanya QE3, Plosser mengatakan bahwa baginya harus ada penurunan kinerja pada ekonomi yang luar biasa untuk memberikan alasan baginya untuk mendukung adanya QE3.
Data ekonomi pada hari Kamis menunjukkan bahwa kondisi bursa tenaga kerja di Amerika masih cenderung rentan dengan jobless claims tetap bertahan di atas 400K dan bahkan untuk minggu yang berakhir 4 Juni lalu kembali memburuk hingga 427K, jauh diatas ekspektasi pasar yang memperkirakan terjadinya penurunan dari 422K menjadi 419K. Namun, data neraca perdagangan Amerika secara mengejutkan menunjukkan bahwa defisit pada bulan April lalu berkurang dari $46.8 miliar menjadi $43.7 miliar, sementara pasar memprediksi terjadinya pembengkakan lebih lanjut menjadi $48 miliar. Data neraca perdagangan yang membaik diluar ekspektasi inilah yang memberikan alasan bagi pasar untuk melakukan aksi beli meskipun data jobless claims tidak memuaskan.
Citigroup mengumumkan bahwa sebanyak 210,000 data akun kartu kredit di Amerika Utara telah dibobol oleh para hacker. Data-data yang diakses antara lain nama pelanggan, nomor akun dan informasi kontak. Meskipun negatif, namun berita ini tidak mampu membendung laju Citi pada hari Kamis dimana harga sahamnya naik tajam 2.61% hingga ditutup di $37.77.
JP Morgan Chase dan Ritz Carlton Hotel berupaya menarik nasabah kartu kredit American Express dengan program reward mereka yang menempatkan pelanggan dengan orientasi nilai mewah sebagai sasarannya. Program ini melibatkan kartu kredit dari Visa dengan biaya tahunan sebesar $395 dan dengan suku bunga premium plus 11.99%. Amex ditutup menguat 0.48% menjadi $48.33, sedangkan JP Morgan menanjak 1.46% menjadi $40.98.
Apple Inc. mengubah kebijakan yang tadinya memaksa pengembang untuk menggunakan App Store untuk menjual langganan aplikasinya sehingga sekarang ini para pengembang aplikasi dapat memilih untuk menjual aplikasinya di App Store atau tempat lain. Namun, Apple mengharuskan para pengembang aplikasi untuk menawarkan harga terendahnya di App Store.
Hewlett-Packard mengumumkan versi terbaru dari HP TouchPad dengan kemampuan Wi-Fi pada hari Kamis kemarin dan mengatakan bahwa versi terbaru ini akan tersedia di Amerika pada tanggal 1 Juli mendatang. HP juga menyatakan akan memperkenalkan versi TouchPad yang terkoneksi pada akhir musim panas ini. Versi terkoneksi ini akan menggandeng AT&T sebagai penyedia jaringan.
Di bursa komoditi, harga emas naik setelah pertemuan European Central Bank tidak menghasilkan kenaikan suku bunga walaupun berdasarkan pernyataan dari ECB sendiri dapat disimpulkan bahwa kenaikan suku bunga baru akan dilakukan paling cepat pada bulan Juli mendatang. Harga spot emas naik 0.5% menjadi $1,544.51 per ons, sedangkan untuk kontrak berjangka emas bulan Agustus ditutup naik $4 per ons menjadi $1,542.70 per ons setelah sepanjang sesi Kamis bergerak antara $1,534 hingga $1,550.80. Meskipun dukungan dari keputusan ECB kemarin akan berangsur hilang setelah ECB pada akhirnya menaikkan suku bunga di bulan depan, kinerja ekonomi Amerika yang mengalami penurunan akhir-akhir ini akan terus memberikan dampak positif bagi harga emas, ditambah dengan masih belum tercapainya solusi untuk krisis fiskal di Yunani. Sementara itu, akhir Juni ini juga QE2 akan berakhir dan tidak adanya tanda-tanda akan dimulainya program QE3 di tengah memburuknya data-data ekonomi Amerika akan memberikan support juga pada harga emas.
Sementara itu, dampak dari gagalnya OPEC dalam mengambil keputusan untuk menaikkan kuota produksi pada hari Rabu lalu masih berlanjut dengan naiknya harga kontrak Brent crude sebesar $1.72 per barrel atau 1.5% menjadi $119.57 per barrel. Kontrak US crude juga ditutup naik $1.19 per barrel atau 1.2% menjadi $101.93 per barrel.
Data ekonomi pada hari Jumat ini akan menghadirkan indeks harga impor untuk bulan Mei yang diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 0.6% setelah pada bulan April lalu menanjak 2.6%. Selain data ini akan dirilis pula data anggaran pemerintah Amerika yang diprediksi akan membaik dari defisit sebesar $135.9 miliar pada bulan April menjadi $131.0 miliar di bulan Mei.
Kenaikan pada hari Kamis dipandang hanya merupakan rebound saja karena selain tidak didukung oleh peningkatan volume yang berarti juga karena kekhawatiran akan prospek ekonomi di Amerika masih cenderung mendominasi, ditambah dengan peringatan dari Fitch terhadap penilaian peringkat utang Amerika yang dapat diturunkan jika diskusi mengenai ambang batas utang Amerika tak kunjung mencapai titik temu.
Charles Plosser, presiden dari Federal Reserve Philadelphia pada pidatonya di depan ekonom-ekonom bisnis di London mengatakan bahwa ia memprediksi bahwa ekonomi akan terus mengalami ekspansi dan inflasi akan melambat dari tingkat sekarang seiring dengan terjadinya stabilisasi harga minyak dunia. Sementara itu bursa tenaga kerja akan terus membaik dengan tingkat pengangguran akan menurun hingga 8.5% pada akhir 2011 dan pada tahun mendatang akan berkisar antara 7% dan 7.5%. Menanggapi memburuknya situasi ekonomi akhir-akhir ini, Plosser menganggapnya sebagai fenomena yang sementara saja dan pertumbuhan ekonomi akan membaik hingga mencapai 3% sampai 3.5% sampai akhir tahun ini. Mengenai prospek adanya QE3, Plosser mengatakan bahwa baginya harus ada penurunan kinerja pada ekonomi yang luar biasa untuk memberikan alasan baginya untuk mendukung adanya QE3.
Data ekonomi pada hari Kamis menunjukkan bahwa kondisi bursa tenaga kerja di Amerika masih cenderung rentan dengan jobless claims tetap bertahan di atas 400K dan bahkan untuk minggu yang berakhir 4 Juni lalu kembali memburuk hingga 427K, jauh diatas ekspektasi pasar yang memperkirakan terjadinya penurunan dari 422K menjadi 419K. Namun, data neraca perdagangan Amerika secara mengejutkan menunjukkan bahwa defisit pada bulan April lalu berkurang dari $46.8 miliar menjadi $43.7 miliar, sementara pasar memprediksi terjadinya pembengkakan lebih lanjut menjadi $48 miliar. Data neraca perdagangan yang membaik diluar ekspektasi inilah yang memberikan alasan bagi pasar untuk melakukan aksi beli meskipun data jobless claims tidak memuaskan.
Citigroup mengumumkan bahwa sebanyak 210,000 data akun kartu kredit di Amerika Utara telah dibobol oleh para hacker. Data-data yang diakses antara lain nama pelanggan, nomor akun dan informasi kontak. Meskipun negatif, namun berita ini tidak mampu membendung laju Citi pada hari Kamis dimana harga sahamnya naik tajam 2.61% hingga ditutup di $37.77.
JP Morgan Chase dan Ritz Carlton Hotel berupaya menarik nasabah kartu kredit American Express dengan program reward mereka yang menempatkan pelanggan dengan orientasi nilai mewah sebagai sasarannya. Program ini melibatkan kartu kredit dari Visa dengan biaya tahunan sebesar $395 dan dengan suku bunga premium plus 11.99%. Amex ditutup menguat 0.48% menjadi $48.33, sedangkan JP Morgan menanjak 1.46% menjadi $40.98.
Apple Inc. mengubah kebijakan yang tadinya memaksa pengembang untuk menggunakan App Store untuk menjual langganan aplikasinya sehingga sekarang ini para pengembang aplikasi dapat memilih untuk menjual aplikasinya di App Store atau tempat lain. Namun, Apple mengharuskan para pengembang aplikasi untuk menawarkan harga terendahnya di App Store.
Hewlett-Packard mengumumkan versi terbaru dari HP TouchPad dengan kemampuan Wi-Fi pada hari Kamis kemarin dan mengatakan bahwa versi terbaru ini akan tersedia di Amerika pada tanggal 1 Juli mendatang. HP juga menyatakan akan memperkenalkan versi TouchPad yang terkoneksi pada akhir musim panas ini. Versi terkoneksi ini akan menggandeng AT&T sebagai penyedia jaringan.
Di bursa komoditi, harga emas naik setelah pertemuan European Central Bank tidak menghasilkan kenaikan suku bunga walaupun berdasarkan pernyataan dari ECB sendiri dapat disimpulkan bahwa kenaikan suku bunga baru akan dilakukan paling cepat pada bulan Juli mendatang. Harga spot emas naik 0.5% menjadi $1,544.51 per ons, sedangkan untuk kontrak berjangka emas bulan Agustus ditutup naik $4 per ons menjadi $1,542.70 per ons setelah sepanjang sesi Kamis bergerak antara $1,534 hingga $1,550.80. Meskipun dukungan dari keputusan ECB kemarin akan berangsur hilang setelah ECB pada akhirnya menaikkan suku bunga di bulan depan, kinerja ekonomi Amerika yang mengalami penurunan akhir-akhir ini akan terus memberikan dampak positif bagi harga emas, ditambah dengan masih belum tercapainya solusi untuk krisis fiskal di Yunani. Sementara itu, akhir Juni ini juga QE2 akan berakhir dan tidak adanya tanda-tanda akan dimulainya program QE3 di tengah memburuknya data-data ekonomi Amerika akan memberikan support juga pada harga emas.
Sementara itu, dampak dari gagalnya OPEC dalam mengambil keputusan untuk menaikkan kuota produksi pada hari Rabu lalu masih berlanjut dengan naiknya harga kontrak Brent crude sebesar $1.72 per barrel atau 1.5% menjadi $119.57 per barrel. Kontrak US crude juga ditutup naik $1.19 per barrel atau 1.2% menjadi $101.93 per barrel.
Data ekonomi pada hari Jumat ini akan menghadirkan indeks harga impor untuk bulan Mei yang diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 0.6% setelah pada bulan April lalu menanjak 2.6%. Selain data ini akan dirilis pula data anggaran pemerintah Amerika yang diprediksi akan membaik dari defisit sebesar $135.9 miliar pada bulan April menjadi $131.0 miliar di bulan Mei.
No comments:
Post a Comment