Perbankan menekan Pasar Eropa - Kedai Saham

Monday, June 27, 2011

Perbankan menekan Pasar Eropa

Ulasan Pasar Eropa - 24 Juni 2011

Pasar saham Eropa sebagian besar berakhir lebih rendah pada hari Jumat karena saham-saham perbankan di bawah tekanan dari suspensi sementara dari pendagangan sepasang bank peminjam Italia.

Indeks Stoxx 600 Eropa jatuh 0.1% ke 263.98, setelah naik sebanyak 1.1% sebelum penurunan perbankan menarik turun indeks ini. Kondisi yang lemah di Wall Street juga turut berdampak terhadap penurunan pasar Eropa.

Saham UniCredit SpA turun sebanyak 8.9% dan Intesa Sanpaolo SpA turun 7.2% sebelum perdagangan dihentikan di beberapa bank. Seorang jurubicara untuk Borsa Italiana mengatakan "masalah teknikal seputar volatilitas" merupakan alasan dari penghentian tersebut. Setelah perdagangan dilanjutkan, saham UniCredit berakhir turun 5.3% dan Intesa turun 5%.

"Para trader masih tetap memantau dalam tahap pertama dari kesepakatan bailout Yunani, jadi spekulasi seputar kesehatan perbankan Italia hari ini merupakan alasan yang cukup untuk menjatuhkan keyakinan semula," kata Ben Critchley, trader penjualan di IG Markets.

Para analis melihat adanya pembicaraan yang tak terkonfirmasi tentang kekhawatiran atas hasil stress-test Eropa sebelum suspensi tersebut.

Steen Jakobsen, kepala ekonom di Saxo Bank, mengatakan order stop-loss mungkin terpicu, meningkatkan penjualan lebih lanjut. Dow Jones Newswire juga melaporkan rumor tentang kemungkinan downgrade pemerintah Italia.

Pada Kamis malam, Moody's Investor Service juga memperingatkan bahwa banyak perbankan Italia yang mungkin terkena downgrade, tetapi saham awalnya masih membawa peringatan ini dalam lajunya.

Penurunan ini menarik Indeks FTSE MIB Italia turun 1.61% ke 19154.3 dan juga beberapa bank lebih rendah, termasuk penurunan 2.5% saham Barclays PLC di London.

Dukungan awal terlihat ketika Yunani mendapatkan persetujuan dari EU, IMF dan ECB tentang rencana untuk pemotongan pengeluaran dan peningkatan pajak berikutnya.

Kesepakatan ini membuka jalan bagi Yunani untuk menerima paket bailout lebih lanjut. Tetapi rintangan terbesar akan datang minggu depan: Perdana Menteri George Papandreou harus masih membujuk pembuat hukum negara untuk menyetujui paket tersebut.

Dukungan awal juga terikat ke komentar Perdana Menteri China Wen Jiabao, yang mengatakan usaha untuk mengontrol inflasi berhasil dan kenaikan harga sekarang telah kembali ke kisaran yang terkendali.

Peter Dixon, strategis di Commerzbank, mengatakan pasar kemungkinan akan terus bereaksi terhadap berita-berita besar sampai mereka yakin bahwa Yunani tidak akan bangkrut dalam jangka pendek.

"Volatilitas merupakan fungsi dari ketidakpastian, dan fakta kita melihat gerakan-gerakan besar merefleksikan bahwa kita mempunyai dua unknowns yang besar," kata Dixon, menunjuk ke krisis Yunani dan juga ketidakpastian pertumbuhan di AS dan China.

Voting parlemen Yunani minggu depan akan menjadi "batu loncatan" ke pasar yang lebih pasti, tetapi kekhwatiran tentang kebangkrutan dalam waktu dekat tidak akan surut sampai Yunani mendapatkan uang tunai, katanya.

Komentar dari Jiabao akan inflasi di China menolong saham yang terekspos ke ekonomi China, termasuk saham pertambangan seperti BHP Billiton PLC, yang naik 2.5% dan otomotif seperti Volkswagen AG, yang naik 2.2%.

Indeks DAX 30 Jerman berakhir 0.4% lebih rendah pada 7121.38.

Kenaikan yang tidak disangka-sangka di indikator sentimen bisnis Jerman dari Ifo Institute memberikan kenaikan awal di Frankfurt. Indeks ini naik 114.5 di Juni dari 114.2 di Mei. Ekonom telah memperkirakan penurunan ke 113.5.

Indeks FTSE 100 Inggris menolak trend turun dengan berakhir 0.4% lebih tinggi di 5697.72.

No comments:

Post a Comment