Yunani dan Data Mengguncang Wall Street - Kedai Saham

Loading...

Thursday, June 16, 2011

Yunani dan Data Mengguncang Wall Street

Ulasan Pasar Amerika - 15 Juni 2011

Gelombang kekhawatiran baru kembali melanda bursa Wall Street setelah para pejabat zona Eropa gagal mencapai kesepakatan akan program bantuan kepada Yunani. Indeks Dow Jones ditutup di 11,897.27, turun 178.84 poin atau 1.48%, sedangkan indeks NASDAQ terjungkal 1.76% atau 47.26 poin dengan ditutup di 2,631.46, sementara indeks S&P 500 mengakhiri sesi Rabu di 1,265.42, 1.74% atau 22.45 poin lebih rendah dari penutupan hari Selasa.

Data CPI menunjukkan bahwa inflasi di bulan Mei mengalami akselerasi dari 3.2% menjadi 3.6%, lebih cepat dibandingkan laju 3.4% yang sebelumnya diproyeksikan oleh pasar. Di luar harga makanan dan bahan bakar, CPI naik 1.5% di bulan Mei setelah sebelumnya naik 1.3% di bulan April. Angka ini juga berada di atas ekspektasi yaitu 1.4%. Data lain yang berimbas negatif pada kinerja Wall Street adalah data aktivitas manufaktur di area New York yang berbalik menjadi negatif sementara pasar memprediksikan terjadi kenaikan. Indeks Empire Manufacturing dilaporkan berada di -7.79 di bulan Juni dibandingkan dengan 11.88 pada bulan Mei dan juga lebih rendah dari konsensus yaitu 13.30.

Selain itu, data produksi industri di Amerika mengindikasikan terjadinya percepatan pada laju produksi industri di bulan Mei, dari 0% menjadi 0.1%, namun hasil ini gagal memenuhi ekspektasi pasar yang memprediksi terjadinya kenaikan sebesar 0.2%. Pemanfaatan kapasitas yang tadinya diprediksi akan naik menjadi 77% dari 76.7% ternyata stagnan di 76.7% sepanjang bulan Mei lalu. Dari pasar properti Amerika, indeks pasar perumahan NAHB atau Home Builders’ Index turun menjadi 13 di  bulan Juni, lebih rendah dari ekspektasi bahwa indeks akan tetap berada pada angka 16, sama seperti pada bulan Mei.

Buruknya data-data ekonomi di Amerika dan juga memburuknya perkembangan penyelesaian krisis fiskal di Eropa, terutama menyangkut masalah bailout Yunani, menjadi faktor utama yang mendorong naiknya harga emas pada hari Rabu. Perdana Menteri Yunani Papandreou pada hari Rabu menawarkan untuk mundur untuk memberi jalan bagi Yunani untuk membentuk pemerintahan yang baru, namun hal ini dibatalkan dan ia mengatakan akan mengganti kabinetnya dengan cabinet yang baru hari Kamis ini.

Ketidakpastian seputar penentuan batas atas utang Amerika juga mendorong investor untuk berpaling kepada emas. Perkembangan terakhir menyebutkan bahwa pembahasan utang Amerika ditargetkan akan mencapai titik solusinya pada tanggal 1 Juli mendatang. Hingga saat ini, batas atas utang Amerika berada di $14.3 triliun.

Divisi minyak dan gas dari General Electric pada hari Rabu melaporkan bahwa unit usaha Wellstream yang diakuisisinya pada Maret lalu telah memenangi kontrak jasa dari Petroleo Brasileiro S.A. yang nilainya berjumlah $200 juta.

Johnson & Johnson dilaporkan akan mengeluarkan biaya restrukturisasi untuk periode 2Q sebesar $500 juta - $600 juta setelah adanya pengurangan 900 hingga 1,000 pekerjaan di Cordis.

Pada ajang William Blair & Co. Growth Stock Conference, 3M mengumumkan beberapa update seputar kinerja perusahaan akhir-akhir ini dan outlooknya ke depan. 3M memprediksikan marjin yang kuat di negara-negara berkembang akan mampu dipertahankan dan mentargetkan pertumbuhan earnings sebesar 10%-12% per tahunnya, dan juga mentargetkan return on capital jangka panjangnya di atas 20%. Pertumbuhan penjualan organic jangka panjangnya diprediksi naik 7% hingga 8%. Peran emerging market bagi 3M juga diperkirakan akan semakin meningkat dengan target kontribusinya mencapai 40% hingga 45% dari penjualan total. Untuk tahun fiskal 2011, pengeluaran modal diprediksi berada dalam kisaran $1.3 miliar hingga $1.4 miliar dengan arus kas dari operasional sebesar $6 miliar hingga $6.5 miliar. Pembelian kembali saham akan berada di kisaran $1 miliar hingga $1.3 miliar dengan nilai kotor $2 miliar hingga $2.5 miliar. 3M juga menyebutkan bahwa perusahaan sangat berkomitmen terhadap pembagian dividen.

Apple Inc. dikabarkan akan meluncurkan iPad 3 yang berukuran layar 7 inch sebelum akhir tahun ini, menurut All Things Digital.

Di konferensi yang diadakan oleh Deutsche Bank, Ford mengatakan bahwa perusahaan menantikan naiknya peringkat utang perusahaan menjadi kategori investment grade yang akan menurunkan biaya pembiayaan perusahaan. Selain itu bauran otomotif berukuran kecil akan terus mengalami pertumbuhan sementara signifikansi di lini otomotif berukuran besar tetap masih ada. Biaya struktural akan meningkat pada tahun fiskal 2011 seiring dengan naiknya investasi bisnis. Menurut Ford, laba sebelum pajak untuk 2Q akan cenderung sama atau sedikit di bawah laba sebelum pajak yang dibukukan pada 1Q lalu, sementara untuk semester kedua, laba sebelum pajak akan lebih rendah dari semester pertama karena faktor musiman dan kenaikan biaya operasional. Ford tidak ada rencana untuk mengeluarkan saham baru saat ini, menurut manajemen, sedangkan untuk kasus tuntutan hukum yang sedang dihadapi Ford, hal ini dkatakan tidak akan berdampak pada hasil 2Q ataupun tahun fiskal 2011. Kasus ini pun menurut Ford memiliki kesalahan-kesalahan legal dan tidak patut untuk diperkarakan, sehingga Ford akan mengajukan banding terhadap tuntutan ini. Mengenai produksi otomotif listriknya, kapasitas produksi Ford rencananya akan dinaikkan menjadi 100,000 per tahunnya hingga tahun 2013 mendatang.

Starbucks pada hari Rabu mengumumkan peluncuran aplikasi pembayaran mobilenya yang berbasiskan Android.

Memasuki hari Kamis, pasar akan menantikan data-data lainnya seperti jobless claims yang diprediksi berada di 425,000 untuk periode yang berakhir 11 Juni, housing starts yang diperkirakan naik dari 523,000 menjadi 550,000 di bulan Mei, dan juga current account untuk kuartal pertama yang diperkirakan memburuk dari -$113.3 miliar menjadi -$130 miliar. Philadelphia Fed survey juga akan dirilis pada hari Kamis ini dan diprediksi akan naik dari 3.9 menjadi 5.5 di bulan Juni.

No comments:

Post a Comment