Dari pasar komoditas, perdagangan emas berjangka ditutup dengan penurunan tajam selama sesi perdagangan Selasa (18/10), pergerakan logam tertekan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal ketiga, dan setelah para pedagang diantisipasi regulator komoditas akan menerapkan aturan baru untuk mengatur batas posisi di perdagangan berjangka.
Emas berjangka kontrak Desember ditutup turun $ 23,80, atau 1,4%, untuk menetap di $ 1,652.80 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga diperdagang sampai serendah $ 1,626.90 dan setingi $1.677.00. Spot emas diperdagangkan terakhir turun $ 15.20 per ounce atau 0.91% pada $ 1,656.50.
Menguatnya indeks dolar AS juga mendorong beberapa tekanan jual di pasar logam mulia. Dolar AS menguat terhadap euro terkaitkan dengan sebuah laporan di The Guardian yang mengatakan Perancis dan Jerman telah sepakat untuk dana penyelamatan 2-triliun euro sebagai bagian dari rencana komprehensif untuk mengatasi krisis utang Eropa.
Indeks dolar diperdagangkan turun ke 76,915 dari 77,162 pada hari Senin. Dolar cenderung mendapatkan keuntungan dari aliran safe haven saat risk aversion yang meningkat, dan sebaliknya.

No comments:
Post a Comment