Dari pasar komoditas, emas berjangka masih meneruskan rallynya dengan keuntungan lebih dari 1% selasa sesi perdagangan Kamis (27/10). Emas naik bersama aset lainnya karena para investor menyambut rencana terbaru zona euro untuk meredakan krisis utang yang berkepanjangan. Melemahnya indeks dollar AS dan menguatnya perdagangan minyak mentah selama sesi perdagangan juga mendorong pasar logam mulia bergerak lebih tinggi.
Emas berjangka kontrak Desember ditutup naik $ 24,20 atau 1,4% menjadi $ 1,747.70 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,750.20 dan serendah $1,706.30. Spot emas terakhir diperdagangkan naik $ 21,10 per ounce pada $ 1,747.00.
Indeks dolar AS diperdagangkan melemah tajam pada kamis dan mencapai titik terendah dalam enam minggu terakhir. Euro melonjak tajam terbesar sejak Maret 2009, mencapai level $ 1,42 untuk pertama kalinya sejak awal September, setelah para pemimpin Eropa mengumumkan rencana untuk menangani utang Yunani dan meningkatkan daya tembak dari dana bailout zona euro.
Banyak para pengamat pasar merasakan paket bailout Uni Eropa dan tindakan lebih lanjut untuk menopang ekonomi AS akan berjumlah lebih pelonggaran kuantitatif kebijakan moneter oleh bank sentral. Itu berarti akan lebih banyak mencetak uang oleh bank sentral. Dan ini merupakan salah satu alasan pasar komoditas, termasuk logam mulia, menguat selama seminggu ini. Ini juga mengapa indeks dolar AS berada dakam tekanan jual.

No comments:
Post a Comment