Di pasar komoditas emas berjangka menguat tajam selama sesi perdagangan Kamis (3/11) mencapai titik tertinggi selama enam minggu terakhir. permintaan yang kuat pada logam mulia sebagai pilihan untuk safe-haven nampak kuat setelah rilis hasil beberapa data ekonomi AS yang kurang memuaskan dan ketidakpastian seputar krisis di zona euro. Langkah ECB untuk menurunkan tingkat suku bunga sebanyak 25 basis point juga mendorong harga emas bergerak lebih tinggi.
Emas berjangka kontrak Desember naik sebanyak $ 35,50 atau 2,1% menetap di $ 1,765.10 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Penutupan tertinggi sejak 21 September. Spot emas terakhir diperdagangkan naik $ 26.40 atau 1.52% berakhir pada $ 1,764.90 per ounce.
Langkah Bank Sentral Eropa dan pemimpin baru untuk menurunkan suku bunga utama sebanyak 0.25% menjadi 1.25% dari 1.5% memang agak mengejutkan pasar. Ini memang merupakan faktor bullish untuk pasar logam mulia dan komoditas lainnya karena adanya faktor inflasi.
Dari zona Eropa, Kesulitan politik dari George Papandreou Perdana Menteri Yunani muncul setelah menteri keuangan Yunani menentang rencana referendum untuk keanggotaan negara di zona euro.
Dan menurut sebuah laporan, Papandreou telah membatalkan referendum. Sebelumnya, pengumuman akan dilakukannya referendum pada hari Senin akan membahas seputar bailout terbaru dan kesepakatan penghematan dengan Uni Eropa yang telah menyebabkan gejolak di pasar keuangan global.

No comments:
Post a Comment