PT International Nickel Indonesia akan mengalami penurunan produksi sebanyak 3.300 metrik ton pada tahun 2011 dan 1.300 metrik ton pada tahun 2012, demikian dikatakan perseroan dalam keterangan Jumat. Menurut direktur perseroan, hal itu karena terjadinya kerusakan pada sistem kendali yang terhubungan dengan tanur listrik 1 dan perangkat pendukung lainnya. Sehingga perseroan harus menghentikan sementara aktifitas tanur listrik 1 (furnace) disaat tanur 2 juga sedang dihentikan sementara karena perbaikan.Namun tanur 3 dan 4 masih bisa beroperasi normal, katanya. "tanur 1 baru bisa beroperasi normal pada Februari 2012," lanjutnya. Menurut perseroan biaya perbaikan tanur 1 akan sebesar $55 juta.
For Live Indonesian, Gold and Regional Market News and Analysis follow twitter @kedaitrader and get special promo to open Gold Online Trading
No comments:
Post a Comment