Jerman Tanpa Nuklir Di Tahun 2022 - Kedai Saham

Tuesday, May 31, 2011

Jerman Tanpa Nuklir Di Tahun 2022

Ulasan Pasar Eropa : 30 Mei 2011

Absennya bursa saham Inggris dan Amerika pada hari Senin berdampak pada sempitnya fluktuasi harga pada bursa saham Jerman karena para investor cenderung memilih untuk menunggu kembalinya pasar Amerika dan Inggris pada hari Selasa. Indeks saham blue-chip Jerman DAX melemah tipis 3.17 poin atau 0.04% dengan ditutup di 7,160.30, sedangkan indeks saham STOXX 50 yang terdiri dari 50 saham blue-chip Eropa juga ditutup menurun tipis 5.06 poin atau 0.18% di 2,814.34.

Saham BASF SE dan Bayer AG merupakan saham dengan kinerja terbaik pada hari Senin dengan masing-masing menguat 1%. BASF ditutup di 61.92 euro sedangkan Bayer ditutup di 55.82 euro. Commerzbank AG kembali terpuruk dengan ditutup turun 2.88% di 3.10 euro setelah JP Morgan Chase menurunkan target harga dari Commerzbank.

Salah satu berita yang datang dari Jerman kemarin adalah keputusan koalisi dari Kanselir Jerman Angela Merkel sehubungan dengan penghentian penggunaan teknologi nuklir di Jerman sebagai salah satu sumber energi. Semua reaktor nuklir di Jerman rencananya akan dinon-aktifkan pada tahun 2022 mendatang. Saham-saham produsen energi alternatif yang sifatnya dapat diperbarui atau renewable cenderung menguat setelah keputusan ini diumumkan.

Dari Yunani, Perdana Menteri Yunani George Papandreou menegaskan bahwa dia akan melanjutkan program reformasi fiskal Yunani yang baru setelah gagal mendapatkan dukungan dari partai oposisi di Yunani. Berdasarkan laporan dari Financial Times yang mengutip pernyataan Lorenzo Bini Smaghi, salah satu anggota dewan eksekutif European Central Bank, restrukturisasi utang Yunani akan berdampak negatif bagi stabilitas kawasan euro.

Sementara itu, menurut kepala kelompok menteri keuangan kawasan euro, Jean-Claude Juncker, para pimpinan Uni Eropa akan memutuskan apakah Yunani akan mendapatkan bantuan atau tidak pada akhir Juni. Juncker memastikan bahwa restrukturisasi total tidak akan dilakukan terhadap utang Yunani ini. Yunani yang meminjam 110 miliar euro tahun lalu harus melunasinya dengan menjual obligasi senilai 30 miliar euro tahun depan, namun obligasi 10 tahun dengan imbal balik sebesar 16.4% saat ini mencapai nilai lebih dari dua kali pada saat bantuan tahun lalu diberikan, sehingga Yunani membutuhkan dana tambahan untuk mengisi kekurangan yang ada. IMF sudah memberikan peringatan bahwa bantuan berikutnya akan ditahan sampai ada penjelasan mengenai bagaimana Yunani akan memenuhi kewajibannya.

Kemungkinan bahwa Irlandia akan memerlukan dana tambahan dari IMF dan Uni Eropa kemarin disampaikan oleh salah satu menterinya. Namun masih belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai isu ini.

British Chambers of Commerce (Kamar Dagang Inggris) kemarin merevisi prediksinya sehubungan dengan kapan suku bunga di Inggris akan dinaikkan. Prediksi BCC yang baru adalah kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Agustus dari level saat ini yaitu 0.5%. Mengenai pertumbuhan ekonomi di Inggris, tahun 2011 diprediksi GDP akan tumbuh 1.3% dan 2.2% di tahun selanjutnya. Sebelumnya diprediksi bahwa ekonomi akan tumbuh 1.4% dan 2.3% di tahun 2011 dan 2012. Di tahun 2011 ini setelah Agustus diprediksi masih akan ada sekali lagi kenaikan suku bunga sehingga hingga akhir tahun 2011 suku bunga di Inggris akan berada di 1%, sedangkan untuk tahun 2012 diperkirakan suku bunga akan berada di 2.75%.

Di Italia, unggulan dari Perdana Menteri Silvio Berlusconi untuk pemilihan walikota Milan dan Naples mengalami kekalahan. Pemerintahan Berlusconi dinilai gagal membawa Italia menuju perekonomian yang lebih baik dan sehubungan dengan lambatnya pertumbuhan ekonomi di Italia. Standard & Poor’s baru-baru ini menurunkan status peringkat utang Italia dari STABIL menjadi NEGATIF.

Tidak ada data ekonomi yang dirilis di Eropa pada hari Senin kemarin, namun data penjualan ritel di Jerman dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa, bersamaan dengan data konsumsi dan indeks harga produsen di Prancis, data pengangguran di Jerman, Italia, dan juga di zona Eropa.

No comments:

Post a Comment