Asia Menguat Berkat Data ADP - Kedai Saham

Loading...

Sunday, July 10, 2011

Asia Menguat Berkat Data ADP

Bursa saham di Jepang bergerak positif pada hari Jumat dengan indeks Nikkei  berhasil menguat mencapai 10,207.91 sebelum akhirnya ditutup naik 0.7% di 10,137.73. Indeks saham Topix yang lebih luas menguat 0.4% menjadi 874.34. Selama sepekan kemarin indeks Nikkei telah menguat sebanyak 2.7%.

Kondisi fundamental dimana kekhawatiran akan situasi ekonomi di Amerika dan zona Eropa mulai berangsur membaik seiring dengan pulihnya kinerja perusahaan-perusahaan Jepang paska gempa yang ternyata lebih cepat dari yang diduga.

Sektor konstruksi memberikan kontribusi positif pada indeks setelah Deutsche Securities menaikkan peringkatnya ke OVERWEIGHT dari ‘market weight’.

Mitsubishi Estate menanjak hingga 2% menjadi 1,488 yen setelah dikabarkan bahwa perusahaan akan membelanjakan 150-200 miliar yen untuk restorasi distrik usaha Otemachi di Tokyo.

Saham Toyota Motor juga dilaporkan ditransaksikan secara aktif dan menguat hingga 1.3% menjadi 3,445 yen setelah melemahnya yen terhadap dollar Amerika dinilai positif bagi saham-saham perusahaan berorientasi ekspor.

Di Hong Kong, sektor perbankan memberikan kontribusi positif bagi kenaikan saham-saham di China meskipun volume transaksi dilaporkan cenderung kecil.

Indeks Hang Seng ditutup di 22,726.4, naik 0.9% sementara indeks Shanghai Composite menguat 0.1% menjadi 2,797.8.

Sektor properti mengalami rebound setelah dalam beberapa sesi terakhir tertekan dengan China Overseas Land menguat hampir 2% setelah perusahaan properti ini melaporkan penjualan di bulan Juni yang meningkat dua kali lipat menjadi HK$12.1 miliar dibandingkan penjualan tahun sebelumnya.

Menjelang hari Senin, bursa Asia diprediksi akan cenderung melemah setelah data nonfarm payrolls yang dirilis pada hari Jumat berada jauh di bawah ekspektasi pasar, sementara data inflasi di China yang dirilis pada hari Sabtu ternyata kembali meroket di bulan Juni.

Data CPI China untuk periode Juni dilaporkan naik 6.4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara ekspektasi pasar sendiri berada di antara 6.2% hingga 6.4%. Angka ini juga cukup jauh di atas angka inflasi di bulan Mei yang berada di 5.5%. Pemicu terjadinya kenaikan tajam pada angka inflasi ini adalah harga-harga makanan yang menanjak 14.4%. Tingginya angka inflasi ini diperkirakan akan meningkatkan kemungkinan masih adanya pengetatan moneter di China meskipun sebagian besar analis sudah mulai memprediksi bahwa tidak akan ada pengetatan moneter di China setelah pekan kemarin bank sentral China menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin.

Sementara itu, data nonfarm payrolls yang awalnya diprediksi menguat tajam di bulan Juni ternyata justru hanya mampu menambahkan 18 ribu lapangan kerja baru, jauh dibandingkan dengan angka penambahan lapangan kerja baru di sektor swasta yang dilaporkan ADP sehari sebelumnya. ADP melaporkan telah terjadi penambahan 157 ribu lapangan kerja baru di sektor swasta, naik tajam dari 38 ribu pada bulan Mei, sementara angka ekspektasi para analis berada di 70 ribu. Kenaikan payrolls sebesar 18 ribu di bulan Juni ini jauh lebih rendah dari angka ekspektasi pasar yang berada di 125 ribu, dan juga angka payrolls untuk bulan Mei direvisi turun menjadi 25 ribu.

No comments:

Post a Comment