Emas kembali mendapatkan momentumnya sebagai aset yang paling banyak diburu terkait semakin suramnya prospek pertumbuhan ekonomi Amerika setelah data GDP yang tidak sesuai perkiraan. Hal ini menimbulkan spekulasi di kalangan investor komoditi terutama emas sebagai komoditi investasi bahwa para penentu kebijakan ekonomi Amerika akan kembali mencetak lebih banyak uang untuk menggelontorkan stimulus. Semakin banyaknya uang yang beredar tentu akan menurunkan nilai mata uang tersebut dan menaikkan nilai komoditi seperti emas. Trend harga emas kini berbalik menguat setelah pekan lalu dikejutkan dengan
sentimen‐sentimen negatif dari pasar Eropa. Namun penurunan harga kemarin ternyata menjadi kesempatan untuk membeli bagi sebagian besar investor yang masih menaruh harapan untuk emas dapat kembali mencetak rekor harga tertingginya. Sampai akhir pekan ini investor masih akan menantikan data pengangguran dari Amerika Serikat, serta kabar bahwa akan ada stress test yang akan dilakukan oleh The Fed terhadap beberapa bank besar di Amerika yang paling banyak memegang surat hutang Uni Eropa.
Secara teknikal, trend harga sudah berbalik positif dengan indikator stochastic yang telah menunjukkan oversold bullish reversal pada grafik harian. MACD histogram pada grafik intraday pun telah naik diatas garil nol setelah selama beberapa lama bertahan dibawah garis nol. Penembusan resistance pada 1709 diyakini dapat membawanya untuk kembali meraih
momentum positif, namun waspada apabila pergerakan harga berbalik melemah dan menembus support pada 1695 maka dapat menjadi skenario alternatif untuk sell dengan target 1681.
For Live Indonesian, Gold and Regional Market News and Analysis follow twitter @kedaitrader and get special promo to open Gold Online Trading
Wednesday, November 23, 2011
Fundamental Emas 23/11/11
Tags
# analisa emas
# analisa forex
# analisa saham
# Kedai Trader
Kedai Trader
Labels:
analisa emas,
analisa forex,
analisa saham,
Kedai Trader
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment