Emas berjangka kembali menguat selama sesi perdagangan Rabu (1/2) setelah indeks dolar AS kembali diperdagangkan melemah dan saham AS diperdagangkan lebih tinggi.
Emas berjangka kontrak April naik $ 9.10 atau 0,5% menetap di $ 1,749.50 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, penutupan tertinggi sejak awal Desember. Sementara spot emas diperdagangkan naik $6.10 atau 0.35% berakhir pada $1,745.20.
Sejak awal perdagangan minggu ini, emas diperdagangkan dengan keuntungan yang tidak begitu besar namun “stabil" hal ini menandakan adanya faktor safe heaven ditengah kekhawatiran krisis keuangan Eropa.
Selama sesi perdagangan Rabu (1/2) pasar dunia terfokus pada data manufaktur global yang pertama dirilis dari kawasan Asia, Eropa kemudian disusul data manufaktur AS, dimana keduanya menunjukkan adanya hasil yang lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya. Dari kawasan Eropa, PMI Manufaktur Inggris terlihat mengalami percepatan menjadi 52.1 pada bulan Januari dari 49.7 Desember, sementara di AS, data ISM Manufaktur terlihat naik dari 53.1 pada Desember menjadi 54.1 pada Januari. Dan sektor manufaktur Cina terlihat mengalami sedikit peningkatan dari 48.7 menjadi 48.8.
Pagi ini emas masih terus melanjutkan rallynya, bersama dengan pasar saham Asia yang juga dibuka menguat cukup tajam. Dalam pandangan kedepan krisis keuangan eropa dan diperdagangkannya dolar dibawah level 80 merupakan faktor “bullish” untuk emas, dan diperkirakan emas masih berpotensi diperdagangkan pada kisaran $1,762.90. titik resistance emas saat ini berada pada $1,748.40 ; $1,754.40. sementara titik support emas berada pada $1,740.10.
Alternatif “Buy” dapat dilakukan mendekati titik support emas pada $1,740.10 dengan target $1,754.40 (short), $1,762.90 (mid). Atau alternatif “Buy” juga dapat dilakukan jika harga telah berhasil menebus titik resistance $1,748.40. lihat grafik

No comments:
Post a Comment