Emas berjangka diperdagangkan menguat tajam selama sesi perdagangan Selasa (7/2) setelah ditutup turun dalam dua sesi perdagangan berturut-turut. Emas diperdagangkan lebih tinggi setelah setelah Yunani dilaporkan tengah mendekati kesepakatan yang akan membuka jalan untuk penerimaan bantuan keuangan internasional yang juga mendorong euro menguat tajam dan indeks dolar AS diperdagangkan lebih rendah.
Emas berjangka kontrak April naik $ 23.50 atau 1,4% menetap di $ 1,748.40 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sebelumnya sempat diperdagangkan hingga serendah $1,710 dan setinggi $1,749.70. Sementara spot emas ditutup naik $24 atau 1.39% berakhir pada $1,747.
Dukungan untuk pasar logam datang ditengah harapan para Investor bahwa situasi di Yunani akan segera diselesaikan, menyusul sebah laporan kemarin bahwa akan ada kesepakatan dalam waktu dekat. Dan pernyataan Ketua Fed Ben Bernanke bahwa meskipun hasil data ketenagakerjaan AS jauh lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya yang dirilis pada Jum’at lalu, namun ekonomi AS secara keseluruhan tetap lemah. Pernyataan tersebut menguatkan rally pada pasar logam dan mendorong indeks dolar AS kembali melemah. Indeks dolar AS, diperdagangkan turun menjadi 78,552 dari setinggi 79,265 dan 79,064 pada posisi Senin (6/2).
Yunani dikabarkan tengah mendekati kata sepakat dengan anggota parlemen pada program penghematan tambahan sebagai prasyart untuk memperoleh kembali dana bantuan international.
Beberapa laporan mengatakan pejabat pemerintah sedang menyusun dokumen final dan merinci ketentuan dari paket penyelamatan € 130 milyar ($ 170 miliar). Dokumen ini direncanakan akan disampaikan kepada para pemimpin dari tiga partai yang nantinya akan kembali kepada Perdana Menteri Lucas Papademos pada pertemuan Rabu.
Dalam negosiasinya dengan Troika Yunani setuju untuk memberhentikan 15.000 pekerja sektor publik pada akhir tahun, salah satu tuntutan yang diajukan oleh kreditur internasional. Tapi para pemimpin partai belum menyepakati tuntutan Uni Eropa dan IMF untuk pemotongan upah sektor swasta dan pemotongan lain sebagai prasyarat untuk menerima €130 milyar paket bailout kedua.
Tanpa bantuan tambahan, Yunani dapat dikatakan “default” atas € 14,5 milyar uang yang jatuh tempo pada bulan Maret. Para ekonom khawatir default bisa membangkitkan gejolak pasar besar-besaran dan menyebabkan keluar dari Yunani euro.
Tapi dengan Yunani memasuki tahun kelima dari resesi dan pengangguran mendekati 20%, pemimpin partai telah enggan untuk memaksakan pemotongan lebih lanjut. Ekonomi yunani telah mengalamu dikontraksi sekitar 12% sejak 2008. Yunani juga mencoba untuk menyelesaikan negosiasi dengan kreditur sektor swasta untuk sukarela untuk menghapuskan utang Yunani, dengan tujuan untuk memotong tumpukan utang Yunani sekitar € 100 miliar.
Ada atau tidak kesepakatan yang terjadi pada Yunani, masih dilihat sebagai faktor yang positif untuk pada emas dalam jangka panjang. Mengingat bahwa emas adalah aset yang cukup aman, jangan terkejut jika emas menguat cukup tajam jika krisis Uni Eropa terus memuncak dalam waktu dekat dan bahkan menguat bersama indeks dolar AS. Secara keseluruhan emas dan dolar memiliki permintaan yang sama kuatnya untuk safe heaven ditengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Permintaan akan dolar menguat untuk menjaga lukuiditas transaksi dalam skala international, sementara permintaan akan emas menguat lebih sebagai penjaga nilai aset yang paling tidak beresiko.
Emas diperkirakan akan mampu kembali diperdagangkan pada kisaran $1,762.50 setelah koreksi yang cukup tajam selama dua sesi perdagangan berturut-turut. Titik resistance emas saat ini berada pada $1,750.20 ; $1,762.50 dan titik support (batas bawah) emas berada pada $1,742.70 ; $1,736.10. alternatif “Buy” dapat dilakukan mendekati titik-titik support tersebut ($1,742.70 ; $1,736.10) dengan target $1,750.20 (short) , $1,762.50 (mid).
Alternative juga dapat dilakukan jika terjadi penembusan titik resistance (batas atas) $1,750.20 dengan target $1,762.50.

No comments:
Post a Comment