Emas berjangka ditutup sedikit lebih rendah pada sesi perdagangan awal pekan ini (21/5), setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,599.35 pada sesi Asia, akan tetapi kembali diseret oleh kekhawatiran yang terus berlangsung dikawasan zona euro.
Emas berjangka kontrak Juni turun $ 3.20 atau 0,2% menjadi $ 1,588.70 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. spot emas diperdagangkan naik tipis $1.5 atau 0.09% berakhir pada $1,592.00. harga spot diperdagangkan hingga setinggi $1,599.35 dan serendah $1,584.55.
Sementara dari pasar komoditas lainnya, Perak kontrak Juli turun 39 sen atau 1,4%, untuk menetap di $ 28,32 per ounce. Tembaga kontrak Juli naik 3 sen atau 1%, menjadi berakhir pada $ 3,50 per pon.
Platinum kontrak Juli naik US $ 2,20 atau 0,2% menjadi $ 1,461.50 per ounce, sedangkan paladium kontrak Juni naik $ 7,20, atau 1,2% menjadi $ 610,80 per ounce.
Melemahnya dolar memberikan dukungan pada emas selama jam perdagangan Asia dan Eropa. Munculnya kekhawatiran seputar keluarnya Yunani dari kawasan Eropa, cenderung akan membuat emas semakin dianggap sebagai aset yang jauh lebih beresiko dari sebelumnya. Berita negatif yang keluar dari zona euro akan terus mendorong euro terus melemah dan memeberika tekanan pada pasar emas. Jika situasi memburuk di Eropa, orang akan terus menumpahkan risiko dan menjual posisi emas mereka.
Jika Yunani memilih untuk meninggalkan zona euro, mungkin pada awalnya emas akan diperdagangkan jatuh akibat pelemahan mata uang euro, sebelumnya akhirnya bergerak kembali keatas. Pelemahan yang terjadi justru hanya bersikap sementara pada awalnya karena bagaimanapun jika Yunani keluar dari kawasan euro maka Yunani tidak akan lagi menjadi boomerang untuk mata uang tunggal Eropa.
Pada sesi perdagangan Senin (21/5 ) indeks dolar AS diperdagangkan turun menjadi 81,131 dari 81,278 di Amerika Utara perdagangan akhir Jumat. Sebuah penguatan dolar merupakan faktor negatif untuk emas dan komoditas lainnya yang berdenominasikan dolar, karena membuat mereka lebih mahal untuk pemegang mata uang lainnya.

No comments:
Post a Comment