Bank Indonesia (BI) mencatat, sampai kuartal pertama tahun ini, pemerintah memiliki utang luar negeri sebesar USD228,457 juta atau sekira Rp2,10 triliun. Angka ini naik dari posisi utang luar negeri Indonesia pada Maret 2011 lalu yang berada di angka USD210,08 juta atau Rp1,932 triliun. \"Sampai Maret ini, pemerintah memiliki utang luar negeri sebesar USD112,502 juta dan Bank Sentral sebesar USD5,88 juta,\" demikian seperti dikutip dari Statistik Utang Luar Negeri Indonesia milik BI, Jakarta, Senin (21/5/2012). Sementara itu, pihak swasta, masih seperti dikutip dari data BI, bank meminjam USD19,189 juta dan bukan bank sebesar USD90,886 juta. \"Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) memiliki pinjaman USD6,43 juta dan perusahaan bukan lembaga keuangan meminjam USD84,454 juta,\" lanjut BI. Sementara itu, berdasarkan negara asal peminjamnya, Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara kreditur terbesar pada Maret lalu yang meminjami Indonesia sebesar USD112,502 juta atau 95 persen. Di samping itu, Australia, Austria, Belanda, Belgia, China, Hong Kong dan Inggris menjadi negara dengan jumlah pemberi pinjaman terbesar.
Research Division
PT. Asjaya Indosurya Securities
Online Trading Division
Gedung Indosurya Center Lt3,
Jl. M.H. Thamrin No. 3.
Jakarta Pusat 10110, Indonesia
Online Trading Division
Gedung Indosurya Center Lt3,
Jl. M.H. Thamrin No. 3.
Jakarta Pusat 10110, Indonesia
Phone : [021] 38 9090 38

No comments:
Post a Comment