Emas berjangka diperdagangkan melemah tajam pada sesi perdagangan Selasa (22/5), setelah indeks dolar AS kembali menguat tajam pasca dirilisnya outlook pertumbuhan ekonomi di zona eropa dan setelah Fitch rating menurunkan peringkat utang Jepang.
Emas berjangka kontrak Juni turun $12,10 atau 0,8% pada $ 1,576.60 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. pada sesi perdagangan sebelumnya emas ditutup turun $ 3.20, atau 0,2%. Spot emas ditutup turun $22.50 atau 1,41% berakhir pada $1,569.50. Spot emas sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,594.65 dan serendah $1,561.55.
Dari pasar komoditas lainnya, Perak kontrak Juli berakhir 14 sen atau 0,5% lebih rendah, pada $ 28,18 per ounce. Tembaga kontrak Juli turun 2 sen atau 0,4%, pada $ 3,49 per pon.
Platinum kontrak Juli turun $ 3.10, atau 0,2% pada $ 1,458.40 per ounce, sedangkan Paladium kontrak Juni turun $ 4,75 atau 0,8% menjadi $ 615,55 per ounce.
Emas sama sekali tidak mendapatkan dukungan atas keprihatinan ekonomi Eropa, bahwa untuk safe heaven. Sementara Dolar AS terus memperoleh dukungan pasca memuncaknya kekacauan pada kondisi ekonomi dikawasan eropa. Dolar yang terus diperdagangkan lebih tinggi akan cenderung terus memberikan tekanan pada pasar komoditas dan saham. Selama sesi perdagangan Selasa Indeks dolar AS ditutup naik menjadi 81,468 dari 80,970 di Amerika Utara perdagangan Senin.
Dolar yang kuat dan harga minyak yang lebih rendah, menjadikan emas semakin tak memiliki daya tarik. Namun, kejenuhan akan penurunan pada pasar saham telah terlihat pada lonjakan indeks saham yang juga menyebabkan penurunan lebih lanjut pada pasar emas.
Indeks dolar menguat setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Jepang menjadi “A+” dengan outlook “Negatif” yang berarti akan ada kemungkinan downgrade berikutnya.
Sementara kabar lainnya datang dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang menurunkan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi di zona eropa, memprediksi PDB kawasan Eropa akan mengalami kontraksi sebesar 0,1% pada tahun 2012 sebelum kembali sedikit pulih dengan pertumbuhan sekitara 0,9% pada tahun 2013.
Euro terdepresiasi 1,1 persen menjadi $ 1,2684 setelah jatuh sebanyak 1,3 persen, degnan penurunan paling tajam sejak 9 Maret. Yen melemah 0,8 persen menjadi 79,96 per dolar setelah jatuh sebanyak 1,1 persen, penurunan intraday terbesar sejak 3 April. Mata uang Jepang menguat 0,2 persen menjadi 101,42 terhadap euro setelah sebelumnya melemah sebanyak 0,5 persen.

No comments:
Post a Comment